Minggu, 03 Mei 2015

Memaknai Hidup ala Sang Rebounder

Standard
sumber: satria-ramadhan.com

“Banyak orang yang pengin jadi anak basket biar dicap keren dan popular. Punya badan sehat, dielu-elukan fans ketika bertanding, memiliki banyak teman spermainan dan yang paling penting nih… digilai cewek-cewek!

Buat Satria – si anak basket rabun ayam – permainan bola itu sudah jadi prinsip hidup, passing feelings alias oper baperan sudah biasa, three point untuk urusan hubungan jarak jauh pernah dilakukan, sekadar rebutan rebound hati gebetan sih berani saja, dan kebiasaan di block saat shooting membuatnya lebih tabah ketika ditolak cewek.

Namun, semua itu tidak menyelamatkan derita jomlo; hati Satria belum mendapat point. Teknik dan taktik apa lagi yang harus dijalaninya untuk mencetak angka? Terus berusaha dan jangan sampai fouled out, ya!”

Selasa, 10 Februari 2015

Mengintip Sisi Kehidupan Ala Bene Dion

Standard


Cover tampak depan
Tak ada mimpi yang realistis. Kecuali kau berjuang dan membiarkan alam menjadi saksi kau berlari. Biarpun sekalinya kau pernah merangkak, lututmu itu tak akan kuat terus menerus menopang hingga kau memutuskan untuk kemudian berdiri dan berlari.


“Ikuti jalan Tuhan. Jangan langsung nyerah. Pokoknya, kekmana pun susahnya perjalanan hidp, walaupun ngeri-ngeri gimana gitu, kalo dijalani  serius dan tetap berusaha, pasti ujung-ujungnya sedap juga. Kalo kata orang Medan, hidup itu ‘ngeri-ngeri sedap’.” – Ngeri-Ngeri Sedap, Bene Rajagukguk.

Kamis, 05 Februari 2015

Tentang Pagi

Standard
TENTANG PAGI
Oleh: Muthiasari Atifa Ramadhani


Pagiku adalah tentang dua unggas
Meniti waktu barang untuk dua butir beras
Pagiku tentang menjemput harapan
Dan manusia saling memuliakan
Pagiku tentang suara ibu
"Sampai jumpa hari Sabtu...."


Wonogiri, 1 Februari 2015. Untuk hari Minggu yang begitu menyenangkan...

Senin, 02 Februari 2015

Sabtu, 31 Januari 2015

KEPADA ILALANG

Standard
KEPADA ILALANG
 Oleh: Muthiasari Atifa Ramadhani


Ini  bukan tentang separuh hati yang hilang
Melainkan bagaimana berlari bersama di antara ilalang
Kemudian bernyanyi dan kaki siap menerjang

Semua telah diatur
Menapaki sendiri pada tiap jalur
Angin yang membawa kita
Bertemu pada satu cerita

Selasa, 28 Oktober 2014

Ketika Kata yang Menggambarkan Resah

Standard


Hari-hari menjadi seorang kelas duabelas itu melelahkan, Jendral!

Sepertinya semua yang ada di sekeliling tak ada beda dengan yang sudah-sudah. Namun, mengapa semua berubah rasa ketika kelas duabelas telah menjadi beban baru dalam tumpuan bahu. Beban itulah yang beranak menjadi bermacam pikiran. Ikhlas dan sabar mungkin kunci dari gembok masa depan itu sendiri.

Rabu, 09 Juli 2014

Review Relationshit (Alitt Susanto)

Standard


Cover Depan Relationshit
Saya akan me-review buku ketiga dari seorang penulis bernama Alitt Susanto, buku ketiganya yang baru rilis pada bulan Mei 2014 kemarin, Relationshit.  Buku yang sudah sekitar 3 minggu yang lalu selesai saya 'khatamkan', tapi karena di sini sangat jarang sinyal yang bagus, maka jadilah saya fakir Wi-Fi yang jauh akan jangkauan area hotspot.